English (United Kingdom)Arabic(السعودية)Indonesian (Indonesia)
Raker BWI, M Nuh Tekankan Pentingnya Tata Kelola PDF طباعة إرسال إلى صديق
الكاتب Humas   
الخميس, 25 يناير 2018 12:47

 

JAKARTA–Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI), Mohammad Nuh, menekankan pentingnya seluruh pengurus BWI di pusat maupun di daerah untuk menata kembali niatnya dalam memajukan BWI ke depan. Yakni dengan menjaga motivasi, semangat dan stamina sebagai organisasi pembelajar.

 

Ketua BWI juga menekankan pentingnya memanfaatkan era digital berikut menetapkan skala prioritas pada setiap divisi yang ada untuk selanjutnya bersinergi antar divisi dan pemangku kepentingan lainnya.

 

Hal itu disampaikan M Nuh dalam Rapat Kerja BWI di Jakarta, Rabu (24/1). Melalui raker tersebut, diharapkan hasilnya dapat merumuskan agenda kerja BWI dalam jangka pendek 2018 dan agenda kerja jangka panjang (2018-2020).

 

“Tujuan rapat untuk menetapkan tata kelola BWI, menyiapkan Rakernas 2018 dan memperkuat keutuhan pemahaman persoalan dan soliditas-sinergitas sebagai tim,” kata M Nuh yang juga mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

 

Selain itu, kegiatan juga untuk merumuskan agenda kerja (prioritas) setiap Divisi dilengkapi dengan Key Performance Indicator (KPI) serta real quick win dalam 100 hari kerja untuk menumbuhkan self confidence dan nilai kemanfaatan

 

Pengganti Slamet Riyanto itu menambahkan lingkup program kerja BWI 2017-2020 adalah melanjutkan penyelesaian masalah masa lalu dan masa kini dan menciptakan engine wakaf baru.

 

Sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mencatat ada 6 tantangan yang dihadapi BWI ke depan dan perlu mendapat perhatian. Pertama, menyangkut validasi data aset wakaf, termasuk wakaf uang atau wakaf tunai.

 

Kedua, peningkatan pengumpulan wakaf uang. Ketiga, sertifikasi tanah wakaf. Keempat, sengketa tanah wakaf yang memerlukan mediasi dan advokasi serta ruislag tanah wakaf yang bermasalah. Kelima, pemanfaatan aset wakaf untuk kegiatan ekonomi produktif yang memberi nilai tambah bagi kesejahteraan umat.

 

“Keenam menyangkut kapasitas dan rasa tanggung jawab para nazhir,” kata Menag dalam sambutan tertulisnya sebagaimana dibacakan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nur Syam.

 

Sumber: Daulat.co

 

 

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.