English (United Kingdom)Arabic(السعودية)Indonesian (Indonesia)
Ketika Kesadaran Umat Masih Rendah PDF Print E-mail
Berita Wakaf
Friday, 16 October 2009 16:17

Jakarta - Sejatinya, wakaf uang bukanlah hal yang baru. Sejak lama para ulama telah memperbincangkannya. Bagi Muslim di Tanah Air, wakaf uang terbilang sesuatu yang masih baru. Masih banyak umat Islam yang belum mengetahuinya. Padahal, potensinya begitu luar biasa. ”Potensinya sangat tinggi,” ungkap Ketua Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia (BWI), Prof KH Tholhah Hasan kepada wartawan Republika, Damanhuri Zuhri. Berikut petikan wawancaranya.

 

Apa sesungguhnya wakaf uang itu?
Sebetulnya, para ulama terdahulu sudah membahas dan memperbincangkan masalah wakaf uang. Imam Az-Zuhri, misalnya,  sudah membahas dan memperbolehkan wakaf uang.  Sejumlah mazhab besar seperti, Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali juga sudah membahas boleh tidaknya wakaf uang. Ada semacam perbedaan pendapat. Pada dasarnya wakaf uang di kalangan Mazhab Hanafi, lebih longgar. Meskipun Imam Abu Hanifah sendiri tidak membolehkan wakaf uang.

Read more...
 
Tholhah: Berwakaf Tak Perlu Kaya PDF Print E-mail
Berita Wakaf
Thursday, 15 October 2009 13:12
Jakarta - Untuk berwakaf umumnya masyarakat  akan menunggu kaya. Mempunyai sejumlah harta lebih yang bisa disisihkan untuk berwakaf. Dan umumnya wakaf lebih dipahami oleh masyarakat berbentuk asset berupa tanah ataupun bangunan. Sekarang tidak lagi menurut KH. Tholhah Hasan. Bahwa masyarakat yang ingin berwakaf tidak perlu menunggu kaya atau memiliki harta lebih. Dengan tidak harus memiliki kekayaan yang berlebih masyarakat dapat menyisihkan sebagian hartanya untuk berwakaf. Saat ini, jelas kyai Tholhah, Badan Wakat Indonesia (BWI) telah mengembangkan wakaf uang. Lebih lanjut, Ketua Umum BWI ini menjelaskan bahwa dengan adanya wakaf uang masyarakat bisa berwakaf tanpa menunggu menjadi kaya, karena seseorang bisa berwakaf dengan beberapa pun, tanpa dibatasi. Masyarakat bisa menyetorkan sejumlah uang untuk wakaf.
Read more...
 
Kades Diduga Jual Tanah Wakaf PDF Print E-mail
Berita Wakaf
Wednesday, 14 October 2009 11:46
Lampung - Oknum kepala desa dan mantan kepala Desa Braja Caka, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur, diduga menjual tanah wakaf untuk kesejahteraan masjid setempat. Akibatnya, ahli waris pemberi wakaf itu menuntut agar tanah wakaf tersebut dikembalikan. Zaini, ahli waris, mengatakan pada pertengahan Juni 1993 silam Suttan Rajasaka, orang tuanya, mewakafkan sebidang lahan persawahan seluas 1 hektare yang terletak di Dusun III, Desa Braja Caka. Penyerahan tanah wakaf di atas kertas bermaterai itu diterima Khusen yang saat itu menjabat sebagai petugas pencatat nikah desa setempat. Surat tanah itu juga ditandatangani sejumlah tokoh serta Wakidal, selaku kepala Desa Braja Caka.
Read more...
 
«StartPrev271272273274275276277278279280NextEnd»

Page 272 of 282

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.