English (United Kingdom)Arabic(السعودية)Indonesian (Indonesia)
Aset Beragam, Produk Syariah Semakin Diminati Investor PDF Cetak E-mail
Selasa, 04 September 2012 09:42

Jakarta - Dana kelolaan reksadana syariah terus bertumbuh. Sepanjang Agustus, dana kelolaan reksadana syariah naik 5,69% dibandingkan bulan sebelumnya. Ini karena, makin beragamnya aset dasar reksadana syariah. Mengutip data Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK), total dana kelolaan reksadana syariah per akhir Agustus adalah Rp 4,26 triliun.


Sedang dana kelolaan reksadana pendapatan tetap, campuran, saham, dan terproteksi berbasis syariah per akhir Juli Rp 4,07 triliun. Jadi, ada peningkatan sebesar Rp 232 miliar. Peningkatan dana kelolaan yang terbesar disumbang oleh reksadana syariah campuran. Nilainya per akhir Agustus adalah Rp 1,45 triliun, naik dari posisi per akhir Juli, yaitu Rp 1,35 triliun.

Secara garis besar semua jenis reksadana syariah mengalami pertumbuhan, kecuali reksadana terproteksi. Reksadana terproteksi turun Rp 3 miliar menjadi Rp 134 miliar.

Edbert Suryajaya, Analis Infovesta Utama menuturkan, penyebab dana kelolaan reksadana syariah naik adalah semakin beragamnya underlying asset reksadana syariah. Akibatnya, investor semakin percaya diri menanamkan dananya di reksadana syariah.

Tambah dana

Manajer investasi yang mencatatkan kenaikan dana kelolaan dari reksadana berbasis syariah adalah MNC Asset Management. Reksadana MNC yang bernama MNC Dana Syariah, merupakan reksadana pendapatan tetap yang menempatkan asetnya sebagian besar di sukuk negara. Dana kelolaan produk itu kini mencapai Rp 120 miliar, atau naik hampir Rp 30 miliar dibandingkan bulan lalu.

Fund Manager MNC Asset Management, Akbar Syarif, mengatakan, penyebab kenaikan dana kelolaan adalah semakin banyaknya nasabah menambah dana di saat harga obligasi menurun. Yang melakukan strategi semacam itu adalah investor ritel. Hingga akhir tahun ini, MNC menargetkan bisa mengantongi dana kelolaan berkisar Rp 150 miliar - Rp 200 miliar.

Akbar menuturkan, penambahan daftar efek syariah (DES) yang bisa menjadi aset dasar reksadana syariah saham, ikut mengerek minat investor. Beda dengan sukuk korporasi yang jumlahnya masih terbatas. Padahal menurut dia, sukuk korporasi diminati karena memberikan imbal hasil lebih tinggi.

"Kami menempatkan 50% dana di sukuk negara, 40% di sukuk korporasi, dan sisanya di pasar uang," ujar dia. Saat ini, return produk itu 8,48% per tahun.

Produk reksadana syariah juga terlihat mencatatkan return tinggi. Danareksa Indeks Syariah milik Danareksa Investment Management misalnya, menorehkan return 10,01% sepanjang tahun ini. Lebih tinggi dari kenaikan indeks acuan Jakarta Islamic Index (JII) 7,91%. Imbal hasil dalam sebulan 2,85%, lebih tinggi dari kenaikan JII 2,72% .

Zulfa Hendri, Direktur Danareksa Investment Management mengatakan, kinerja yang positif itu karena pemilihan aset yang tepat. "Reksadana syariah terlihat bagus di saat kondisi pasar tidak bagus. Karena instrumen syariah lebih defensif dari yang lain sehingga dengan kondisi pasar koreksi dia berpotensi lebih baik," ujar dia.

Edbert menuturkan, reksadana syariah sebenarnya mempunyai prospek yang cukup bagus. Sayangnya, karena kurang sosialisasi reksadana ini hanya mampu menampung dana kelolaan yang minim.

Edbert juga menyarankan agar investor cermat dan berhati-hati memilih produk reksadana syariah di tengah kondisi global yang belum bisa ditebak arahnya. (kontan)

 

 

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.