English (United Kingdom)Arabic(السعودية)Indonesian (Indonesia)
Kelola Wakaf dan Zakat Perlu Koordinasi Lintas Sektor PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Humas   
Rabu, 06 Desember 2017 11:51

 

 

JAKARTA--Komisi VIII DPR RI mengapresiasi kinerja Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan  Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dengan realisasi pengumpulan Zakat Infaq Shadaqah (ZIS) mencapai Rp.111,45 miliar dan realisasi penyaluran ZIS  mencapai Rp80,19 miliar.




Demikian kesimpulan Rapat Dengar Pendapat Komisi VIII DPR RI dengan Baznas dan BWI (Badan Wakaf Indonesia) dengan agenda “Evaluasi Anggaran 2016, Realisasi Anggaran Semester I Tahun 2017 dan Rencana Program dan Anggaran Tahun 2018” di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (05/12/2017).



Meskipun realisasi anggarannya cukup bagus, namun Wakil Ketua Komisi VIII Iskan Qolba Lubis menilai Kementerian agama belum serius memberikan kesempatan kepada kedua lembaga tersebut untuk berkembang. Menurutnya, seharusnya ada koordinasi lintas sektor antara Kemenag RI, BWI dan Baznas untuk mengoptimalkan potensi wakaf.



Politisi dari F-PKS ini berharap, dengan terjalinnya koordinasi yang baik, Baznas dapat memberikan bantuan kepada masyarakat agar mengurangi tingkat kemiskinan. “Jika Kementerian Sosial  bisa mengurangi kemiskinan 1 persen dengan anggaran 17 triliun, namun dengan anggaran yang jauh lebih minim, badan ini bisa mengurangi kemiskinan 1 persen itu luar biasa,” paparnya



Karena itu, dirinya sangat berharap BWI, Baznas dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) serta Kemenag RI dapat saling berkoordinasi kedepannya. Ia mengumpakan, tanah wakaf yang belum dimanfaatkan dapat dibangun sekolah atau universitas. Selanjutnya, Baznas dapat memberikan pelayanan seperti pemberian beasiswa kepada murid atau mahasiswa universitas yang dibangun melalui pinjaman dana dari BPKH tersebut. “Seperti inikan lebih efektif, jadi intinya, potensi besar tapi kordinasinya agak kurang,” kritisi Iskan.



Sementara itu, terkait Rencana Program 2018, Komisi VIII DPR RI mendorong Baznas dan BWI meningkatkan program strategis yang mampu menekan angka kemiskinan. Meningkatkan gerakan wakaf, khususnya wakaf uang tunai. Meningkatkan koordinasi dengan lembaga-lembaga Amil Zakat Nasional guna optimalisasi pemanfaatan ZIS serta pendataan, pemetaan dan sertifikasi aset wakaf.

 



Sumber: DPR.go.id

 

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.