English (United Kingdom)Arabic(السعودية)Indonesian (Indonesia)
Mengerahkan Arus Buku Lewat Wakaf PDF Cetak E-mail
Berita Wakaf
Senin, 25 April 2016 09:23

 

Padang, BWI.or.id--Sebuah pertanyaan kerap mengawang. Setelah informasi mengalir dengan derasnya, pendek-pendek, mudah dicerna, dan terus terbarukan lewat kanal-kanal dunia maya, akankah orang mencari informasi di dalam buku?

Pustakawan, Hendra Saputra, mengatakan, buku merupakan bagian yang terpenting dalam peradaban manusia. "Buku merupakan jendela dalam melahirkan karakter anak bangsa," kata dia di Padang Panjang, Sumatra Barat, Senin (18/4). Sebuah kata mutiara yang disampaikannya pada acara peluncuran gerakan wakaf buku yang diselenggarakan oleh Kantor Arsip dan Perpustakaan Padang Panjang.

Buku, kata dia, tidak bisa ditinggalkan meskipun kemajuan teknologi saat ini sudah merambah peradaban manusia yang tiada batas.

"Informasi dan referensi di dunia maya saat ini masih banyak yang menyesatkan tanpa saringan, tidak sama dengan kebenaran isi dari buku," ujar dia.

Pustakawan yang kini menjadi anggota DPRD Padang Panjang itu juga mengajak masyarakat agar bisa mempertahankan kebiasaan membaca buku. "Melalui gerakan wakaf buku ini, mari kita wujudkan manusia yang berkualitas, untuk membangun kehidupan masyarakat yang lebih cerah," katanya menambahkan.

Wakaf buku Perpustakaan yang ada di Padang Panjang, menurut Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Padang Panjang Darsyaf Hendrizal, saat ini masih kekurangan buku. Kekurangan buku yang dimaksud adalah jika jumlah buku dibandingkan dengan jumlah penduduk.

"Penduduk Padang Panjang saat ini ada sekitar 50 ribu jiwa lebih, sementara perpustakaan yang dikelola oleh pemerintah itu membutuhkan buku sekitar 25 ribu eksemplar," kata Hendrizal.

Pada Senin (18/4), Wali Kota Padang Panjang, Sumatra Barat, Hendri Arnis meluncurkan gerakan wakaf buku untuk menambah koleksi buku di perpustakaan setempat.

Gerakan wakaf buku itu nantinya diharapkan bisa menambah koleksi buku di perpustakaan. "Saat ini Perpustakaan Padang Panjang memiliki sekitar 13 ribu eksemplar buku yang terdiri dari sekitar tiga ribu judul," ujar Darsyaf.

Menurut dia, sudah saatnya Padang Panjang memiliki banyak koleksi buku jika melihat dari tingkat kunjungan yang semakin meningkat belakangan ini. Belakangan, setiap pekannya, sekitar 2.800 orang berkunjung ke Perpustakaan Padang Panjang.

Ia juga mengharapkan, ada donatur yang menyumbangkan buku bagi Perpustakaan Padang Panjang, sehingga berguna bagi pengunjung dalam mencari ilmu dan referensi.

"Kami juga menerima sumbangan dari donatur yang ingin menyumbangkan bukunya," kata dia menyumbangkan. Tak sekadar menampung buku.

Kantor Perpustakaan dan Arsip setempat akan menjemput langsung buku yang diwakafkan jika donatur tidak bisa mengantarkan langsung ke perpustakaan itu.

"Jika ada masyarakat yang berniat mewakafkan bukunya, namun tidak sempat mengantarkan langsung ke kantor perpustakaan, kami bersedia menjemput ke rumah masyarakat tersebut," kata Darsyaf.

Menjemput langsung buku yang diwakafkan dari rumah masyarakat, menurut dia, bukanlah suatu paksaan, melainkan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat. Langkah proaktif itu diharapkan bisa membuat lebih banyak anggota masyarakat yang akan mewakafkan bukunya.

Sebelum gerakan itu diluncurkan, Kantor Perpustakaan dan Arsip sudah menerima sumbangan buku dari masyarakat sebanyak 817 eksemplar.

Darsyaf mengingatkan kembali betapa pentingnya nilai buku di saat ini.

"Buku memiliki saringan sebelum diterbitkan untuk menjadi referensi bagi manusia, berbeda dengan dunia maya yang tiada batas saat ini, sehingga keberadaan buku masih dibutuhkan dalam menuntut ilmu," kata dia.

Sumber: Republika

 

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.