English (United Kingdom)Arabic(السعودية)Indonesian (Indonesia)
Komisi VIII DPR Gelar Rapat Dengar Pendapat Terkait Anggaran Wakaf, Zakat, dan Istiqlal PDF Cetak E-mail
Berita Wakaf
Selasa, 04 Oktober 2016 15:25

 

JAKARTA, BWI.or.id—Komisi VIII DPR RI menggelar rapat dengar pendapat dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI), Badan Amil Zakat Nasional, dan Badan Pengelola Masjid Istiqlal pada Selasa (4/10) pagi, di Gedung DPR, Jakarta. Rapat ini untuk membahas evaluasi dan rencana anggaran ketiga badan tersebut. Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VIII Deding Ishak.

 

 

Ketua Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia Slamet Riyanto didampingi beberapa pimpinan BWI menghadiri rapat itu. Begitu pula Ketua Baznas Bambang Sudibyo dan Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal Muzammil Basyuni menghadiri rapat bersama jajaran pengurus lembaganya masing-masing.

 

Dalam kesempatan itu Ketua Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia Slamet Riyanto menjelaskan penggunaan anggaran Rp6 miliar yang diterima BWI pada tahun 2015 dan anggaran semester satu tahun 2016. Selain itu, Slamet juga menyampaikan rencana anggaran BWI tahun 2017 sebesar Rp20 miliar. Sebanyak 80 persen dari anggaran itu akan digunakan untuk membiayai program-program perwakafan yang sudah disiapkan BWI.

 

Tidak hanya itu, Ketua BWI juga memaparkan beberapa peluang dan tantangan pengelolaan ke depan. Menurutnya, wakaf akan mampu menopang perekonomian nasional jika pemerintah secara keseluruhan menyadari arti penting wakaf dan mengambil kebijakan yang mendukung kemajuan perwakafan. Arti penting wakaf ini setidaknya sudah dipahami betul oleh Bank Indonesia sehingga Bank Indonesia sedang menjalin kerja sama yang erat untuk mengembangkan sektor wakaf ke arah yang lebih modern dan maju.

 

Rapat dengar pendapat ini kemudian menghasilkan beberapa kesimpulan terkait dengan wakaf, zakat, dan Masjid Istiqlal. Terkait dengan wakaf, Komisi VIII DPR RI memahami penjelasan mengenai anggaran BWI tahun 2015 sebesar Rp6 miliar dan realisasi anggaran semester pertama sebesar Rp4,5 miliar. Terkait dengan anggaran BWI 2017, Komisi VIII juga memahami penjelasan mengenai rencana program BWI sebesar Rp20 miliar. Untuk merealisasikannya, Komisi VIII akan mengagendakan rapat dengar pendapat dengan Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama.

 

Selain itu, kesimpulan RDP juga menyebutkan agar pengelolaan zakat dan wakaf dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab, berbasiskan perencanaan yang sistematis dan dilengkapi dengan indikator capaian secara kualitatif dan kuantitatif. Dan untuk mewujudkan wakaf yang lebih maju, Komisi VIII mendesak Kementerian Agama untuk merevisi Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2006 tentang pelaksanaan undang-undang wakaf.[]

 

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.