English (United Kingdom)Arabic(السعودية)Indonesian (Indonesia)
Plt Dirjen Bimas Islam Buka Rakornas BWI PDF Cetak E-mail
Berita Wakaf
Jumat, 25 November 2016 07:50

 

JAKARTA, BWI.or.id—Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Profesor Abdul Djamil, membuka Rapat Koordinasi Nasional Badan Wakaf Indonesia hari ini (24/11/2016) di Hotel Sultan, Jakarta. Rakornas ini mengundang 33 BWI provinsi dan bertujuan mengevaluasi kinerja perwakilan BWI provinsi se-Indonesia dan mensinergikan program kerja perwakafan dalam ruang lingkup BWI.

 

Dalam sambutannya, Abdul Djamil mengapresiasi kinerja Badan Wakaf Indonesia. “Sewaktu saya masih menjabat sebagai Dirjen Bimas Islam pada 2010, perwakilan BWI provinsi baru terbentuk 10. Sekarang sudah 33 provinsi,” tutur Dirjen Haji yang merangkap Plt Dirjen Bimas Islam ini.

 

Abdul Djamil berharap kesadaran wakaf di Indonesia harus terus dijaga dan dilindungi. Pasalnya, wakaf merupakan aset berharga umat Islam dan mempunyai potensi untuk memajukan kesejahteraan umat Islam maupun kesejahteraan umum. Ia menyebut bahwa gairah wakaf umat Islam pada masa kolonial sangat besar. Itu terbukti dengan banyaknya aset tanah wakaf yang diwakafkan pada masa itu. Gairah ini, menurut Abdul Djamil, harus terus dihidupkan dan bahkan ditingkatkan.

 

“Terima kasih kepada BWI yang telah mendobrak kesadaran dan paradigma lama perwakafan menjadi lebih baik,” tambah Abdul Djamil.

 

Selain mengapresiasi kerja BWI, Abdul Djamil juga mengingatkan mengenai implementasi undang-undang wakaf. Menurutnya, selama ini kita selalu disodori data potensi wakaf yang sangat fantastis di Indonesia, tetapi realisasinya masih jauh dari potensi itu. Karena itu, BWI pusat dan daerah Kemenag dan beserta semua pemangku kepentinan harus terus bekerja keras untuk mewujudkan potensi-potensi itu.

 

Selain dihadiri jajaran pengurus BWI pusat, pembukaan rakornas tahun 2016 ini dihadiri juga oleh Ketua Badan Pelaksana Masjid Istiqlal Dr. Muzzammil Yusuf, Dewan Masjid Indonesia, lembaga wakaf PBNU, lembaga wakaf Muhammadiyah, perwakilan bank syariah LKS-PWU, Perhimpunan BMT Indonesia, dan nazhir wakaf uang.[]

 

Nurkaib

 

 

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.