English (United Kingdom)Arabic(السعودية)Indonesian (Indonesia)
Bappenas, BWI, Baznas, dan MUI Sinergi untuk Program Air Bersih dan Sanitasi PDF Cetak E-mail
Berita Wakaf
Selasa, 10 Januari 2017 16:38

 

JAKARTA, BWI.or.id—Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Badan Wakaf Indonesia (BWI), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersepakat untuk bekerja sama mendukung program pemerintah dalam penyediaan layanan air minum dan sanitasi melalui pendayagunaan harta wakaf, zakat, infak, dan dana sosial keagamaan lainnya.

 

Kesepakatan ini dituangkan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani pada Selasa (10/1/2017) siang, di gedung Kementerian BPN/Bappenas, Jakarta. Yang membubuhkan tanda tangan adalah Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro, Ketua BWI Slamet Riyanto, Ketua Baznas Bambang Sudibyo, dan Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja sama Internasional KH Muhyiddin Junaidi.

 

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari inisiatif yang telah dilakukan oleh MUI, BWI, dan Baznas. Pada tahun 2015 MUI mengeluarkan Fatwa MUI Nomor 001/MUNAS-IX/MUI/2015 tentang Pendayagunaan Harta Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf untuk Pembangunan Sarana Air Bersih dan Sanitasi bagi Masyarakat.

 

Dari fatwa itulah kemudian diadakan beberapa kali pembahasan dengan BWI, Baznas, dan pihak-pihak terkait lainnya. Kemudian pada tahun 2016 para pihak bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk melakukan sosialisasi mengenai pendayagunaan wakaf, zakat, infak dan dana keagamaan lainnya untuk penyediaan sarana air bersih dan sanitasi di beberapa kota di Indonesia.

 

Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro mengapresiasi inisiatif MUI bersama BWI dan Baznas untuk menyediakan sarana air bersih dan sanitasi di Indonesia melalui pendayagunaan dana-dana keagamaan.

 

“Saya kira inisiatif MUI, BAZNAS, dan BWI juga termasuk sebuah upaya mempercepat mengatasi masalah kemiskinan,” kata Bambang.

 

Menurut Bambang, Indonesia masih berjuang untuk meraih posisi sepuluh besar dalam peringkat negara dengan akses air bersih dan sanitasi terbaik. Jika dibandingkan dengan kawasan Asia Tenggara, akses air bersih dan sanitasi Indonesia hanya lebih baik dari Timor Leste dan Kamboja. Sekitar 72 juta orang Indonesia masih belum memiliki akses air minum yang layak. Masalah sanitasi juga diperparah dengan besarnya jumlah orang Indonesia yang masih buang air besar sembarangan, yaitu sekitar 31 juta orang.

 

Padahal, jelas Bambang, akses terhadap air minum dan sanitasi berpengaruh langsung pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM), terutama terkait angka harapan hidup. IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia.[]

 

Nurkaib

 

 

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.