English (United Kingdom)Arabic(السعودية)Indonesian (Indonesia)
Wakaf Manfaat Asuransi? Ini Fatwa DSN-MUI PDF Cetak E-mail
Berita Wakaf
Jumat, 24 Februari 2017 11:03

 

JAKARTA, BWI.or.id—Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) telah mengeluarkan fatwa mengenai wakaf manfaat asuransi. Dalam fatwa bernomor 106 Tahun 2016 tentang Wakaf Manfaat Asuransi dan Manfaat Investasi pada Asuransi Jiwa Syariah itu, DSN-MUI membolehkan wakaf manfaat asuransi dan manfaat investasi pada asuransi jiwa syariah apabila sesuai dengan syarat dan ketentuan yang termaktub dalam fatwa.

 

Demikian yang disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Badan Pelaksana Harian DSN-MUI Fathurrahman Djamil dalam seminar bertajuk “Wakaf Manfaat Asuransi dan Investasi pada Asuransi” di Jakarta, pada Kamis (23/2/2017).

 

Fathurrahman menjelaskan tiga jenis konsep wakaf di asuransi. Pertama, wakaf sebagai model asuransi, di mana tabarru fund yang sekarang ada dalam asuransi syariah itu sebagai dana wakaf. Mekanismenya, antara lain sebelum orang ber-tabbaru, perusahaan membentuk dana wakaf. Kemudian orang ber-tabarru dan dana tabarru itu dimasukkan ke dalam dana wakaf fund, bukan tabarru fund.

 

Kedua, wakaf polis yakni polis yang sudah jadi dan berada di tangan pemegang polis, manfaatnya diwakafkan kepada nazhir wakaf. Polis yang diterima nazhir wakaf berasal dari asuransi konvensional maupun asuransi syariah.

 

Ketiga, wakaf sebagai fitur produk asuransi syariah yakni produk yang dibuat perusahaan asuransi syariah di mana manfaat investasi dan manfaat asuransi diniatkan untuk diwakafkan.

 

Sementara itu, manfaat asuransi adalah sejumlah dana yang bersumber dari dana tabarru atau kumpulan dana yang berasal dari kontribusi peserta yang dimaksudkan untuk membayar santunan kepada peserta yang mengalami musibah atau pihak lain yang berhak.

 

"Manfaat investasi adalah sejumlah dana yang diserahkan kepada peserta program asuransi yang berasal dari kontribusi investasi peserta dan hasil investasinya," kata Fathurrahman.

 

Menurutnya, manfaat investasi milik peserta atau nasabah asuransi boleh diwakafkan. Sedangkan manfaat asuransi pada dasarnya tidak boleh diwakafkan apabila bukan milik peserta karena satu dan lain hal. Kendati begitu, ada beberapa pengecualian sehingga wakaf diperbolehkan.

 

"Kecuali pihak yang ditunjuk/semua para pihak calon penerima manfaat asuransi berjanji untuk mewakafkan sebagian manfaat asuransi tersebut dan ketentuan lain yang diatur dalam fatwa," tuturnya.[]

 

 

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.