English (United Kingdom)Arabic(السعودية)Indonesian (Indonesia)
Wakaf Termasuk Pilar Penting Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah PDF Cetak E-mail
Berita Wakaf
Rabu, 29 November 2017 09:42

 

JAKARTA, BWI.or.id--Bank Indonesia (BI) terus berupaya mendorong pengembangan ekonomi syariah agar menjadi salah satu sektor penting dalam perekonomian nasional. Karena itu, BI akan memperkuat kerja sama dengan seluruh pemangku kebijakan terkait untuk secara konsisten mendorong tiga pilar strategi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

 

 

Demikian salah satu poin yang disampaikan Gubernur BI, Agus D.W. Martowardojo, dalam sambutannya pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2017, di Senayan, Jakarta, Selasa malam (28/11/ 2017.

 

“Pertama, pendalaman pasar keuangan syariah dan penguatan keuangan syariah untuk pembangunan akan ditempuh dengan mendorong penerbitan instrumen keuangan syariah berbasis wakaf, penerbitan instrumen sukuk berbasis wakaf dan pembiayaan berbasis islamic social finance, dan penerbitan instrumen likuiditas Bank Indonesia yang berbasis syariah,” kata Agus menjelaskan strateginya dalam siaran persnya.

 

Kedua, BI akan melanjutkan program pengembangan halal supply chain melalui penguatan dan implementasi model-model bisnis pemberdayaan ekonomi syariah, dukungan pendirian kawasan ekonomi syariah, serta penguatan kelembagaan dan infrastruktur pendukung termasuk dukungan pendirian World Islamic Investment Bank dan Islamic Inclusive Financial Service Board (IIFSB).

 

Terkait dengan pendirian IIFSB ini BI telah mendiskusikannya dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) pada Kamis (23/11/2017) pekan lalu.

 

 

Ketiga, kata Agus, BI melakukan akselerasi aktivasi sistem informasi zakat dan wakaf yang tengah dibangun bersama Kementerian Agama, Baznas, dan BWI; serta mendukung penyusunan kurikulum ekonomi serta keuangan syariah untuk berbagai jenjang tingkat pendidikan.

 

Pembuatan sistem informasi zakat dan wakaf sudah dimulai tahun ini atas kerja sama BI, Kementerian Agama, BWI, dan Baznas. Perjanjian kerja sama sudah diteken para pihak dan pada tanggal 16 Agustus 2017 di Gedung Sjafrudin Prawiranegara, Bank Indonesia, Jakarta

 

Penulis: Nurkaib

 

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.