Hukum Berat bagi Pengeksploitasi Masjid untuk Kejahatan Print
Lintas Berita
Friday, 14 September 2012 08:02

Jeddah - Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga digunakan untuk berbagai kepentingan umat, seperti pendidikan, pengembangan UKM, perpustakaan, laboratorium, dan lain-lain. "Sepanjang berguna untuk mendorong kemajuan dan pengembangan kualitas umat itu sah-sah saja, bahkan seharusnya memang begitu," terang Anggota Dewan Ulama Senior Arab Saudi, Sheikh Abdullah Al-Manie.


Pernyataan ini dikeluarkan lantaran adanya penemuan bahan peledak di sebuah ruangan di Masjid Riyadh, di Jeddah Arab Saudi, akhir bulan kemarin. Muncul dugaan, masjid juga dijadikan tempat persembunyian dan camp para teroris. Atas dasar kejadian ini, para ulama dan akademisi menekankan pentingnya Departemen Urusan Islam dan Wakaf untuk mengawasi tempat ibadah agar tidak dijadikan markas gerakan subversiv.

Keduanya juga menuntut pemerintah memberikan hukuman berat kepada mereka yang memanfaatkan masjid sebagai tempat untuk mengacaukan kestabilan negara. "Setiap kelompok yang berusaha melawan Allah SWT, Rasul-NYa dan pemerintah yang sah harus dihukum berat," ungkap Anggota Dewan Ulama Senior, Sheikh Abdullah Al-Manie, seperti dikutip arabnews.com belum lama ini.  

Siapakah pelakunya? Belum dapat dipastikan. Tetapi, profesor Studi Politik dari King Saud University, Abdullah Al-Lehaidan punya dugaan kuat, bahwa pelakunya adalah berasal dari kalangan militan tak jauh dari negara Saudi. "Saya kira perlu diwapadai kelompok militan dari negeri tetangga, Yaman," kata dia. Menurutnya, negara tersebut menjadi sumber perkembangan kelompok militan lantaran kemiskinan dan kelaparan merajalela.

Karena itu, Anggota Fiqh Academy Muhammad Al-Nojaimi menghimbau agar para pengurus masjid termasuk imam dan muadzin harus aktif untuk mengawasi setiap aktivitas masjid, termasuk warga asing yang berada di masjid. Selain itu, mereka juga harus memulai kampanye di masjid demi mencegah kemungkinan eksploitasi masjid sebagai tempat merencanakan kejahatan. [arab/rpblk]