Ekonomi Islam Tak Hanya Perbankan Print
Lintas Berita
Thursday, 19 January 2012 12:12

Jakarta - Pemahaman masyarakat tentang konsep ekonomi Islam hingga kini dinilai masih minim. Mereka kebanyakan hanya memahami ekonomi Islam itu sebatas perbankan. Padahal jelas lebih luas dari itu. "Pandangan masih sempit. Sebabnya, peranan para ahli ekonomi Islam jadi sangat penting," ungkap Rektor Universitas As-Syafiiyah, Tuty Alawiyah. Selain perbankan, wakaf dan juga zakat juga bagian dari penggerak ekonomi Islam.

 

 

 

Sayangnya, masyarakat yang tidak tahu atau belum memahaminya jumlahnya masih sangat signifikan. "Perlu ada upya membangkitkan ekonomi Islam. Peran itu berada pada pakar dan pemikir ekonomi Islam. Selama ini, para pakar belum memberikan sumbangsihnya guna memberikan pemahaman dan dorongan kepada umat untuk memanfaatkan ekonomi Islam untuk kesejahteraan umat," ungkap Tuty seperti dilansir Republika.co.id, (19/1).

Menurutnya, umat Islam tanah air memiliki kesempatan untuk sejahtera secara merata. Alquran dan hadist telah memberikan petunjuk itu. Selanjutnya, adalah tugas para ahli untuk mengkaji lalu memanfaatkan untuk kepentingan umat.

Sebab itu, Tuty mengatakan, ada rencana untuk membuat semacam kongres kebangkitan pemikir ekonomi Islam. Melalui kongres ini, para pakar ekonomi Islam dapat menyebarkan pengetahuannya pada masyarakat melalui beragam bentuk, semisal buku atau pendidikan.

"Kita sudah memulainya melalui beragam diskusi, tapi dalam skala sporadis. Karenanya, perlu ada ruang berbagi dalam skala yang lebih besar, dan terarah," kata dia.

Namun, Tuty belum bisa memastikan kapan memulai kongres ini. Yang pasti, tahapan-tahapan menuju persiapan pembentukan kongres tersebut telah dimulai. Harapannya kongres itu segera diterlaksana mengingat saat ini perekonomian dunia tengah lesu, adalah momentum yang tepat guna negara-negara Islam, utamanya Indonesia, untuk mengoptimalkan faedah ekonomi Islam. (republika/ag/jbl/au)