English (United Kingdom)Arabic(السعودية)Indonesian (Indonesia)
Indeks Imbal Hasil Segera Dirilis PDF Print E-mail
Lintas Berita
Tuesday, 07 February 2012 13:00

Jakarta - Bank Indonesia (BI) akan merilis indeks tingkat imbal hasil bank syariah pada Februari ini. Indeks tersebut kelak menjadi acuan pengelola bank syariah dalam menentukan imbal hasil produk bank syariah, terutama bagi hasil pembiayaan.

 

Rifki Ismal, Analis Senior Direktorat Perbankan Syariah BI mengatakan, selama ini, bank syariah menuai kritik dari masyarakat, karena ketidakjelasan dalam menerapkan sistem bagi hasil. Bank cenderung menggunakan bunga bank konvensional sebagai acuan.

 

Jadi, latar belakang indeks ini untuk mensyariahkan bank syariah. "Selama ini, perbankan syariah tidak memiliki acuan, sehingga perhitungan bagi hasil berdasarkan dari tingkat suku bunga yang berlaku di pasar," terang Rifki.

 

Sebelum resmi berlaku, BI akan menyosialisasikan indeks tersebut ke pelaku industri. Bank syariah nanti berhak memilih, mengikuti acuan ini atau menentukan imbal hasil sendiri. Maklum, sesuai sifatnya, indeks ini hanya acuan bukan regulasi yang mengandung unsur memaksa. "Kami telah mengkaji masalah ini sejak tahun 2010 lalu, untuk memajukan industri perbankan syariah," kata Rifki.

 

Mulya E. Siregar, Direktur Direktorat Perbankan Syariah BI menuturkan, indeks ini akan bermanfaat bagi masyarakat ketika mengajukan pembiayaan. Nasabah mempunyai data pembanding imbal hasil, sehingga bisa bernegosiasi. Persaingan antar bank semakin ketat, karena bank berlomba tampil efisien.

 

Bank syariah yang efisien bisa menetapkan bagi hasil kepada nasabah lebih besar. Begitu pun sebaliknya. "Diharapkan, indeks tingkat imbal hasil porsi pembiayaan mudharabah dan musyarakah akan meningkat jika dibandingkan dengan yang murabahah," imbuh Mulya.

 

Selama ini, perbankan syariah masih memiliki tolok ukur berbeda-beda dalam menentukan tingkat imbal hasil sektor ekonomi. Bergantung profil risiko setiap bank. Imbal hasil sektor pertanian misalnya, tidak sama dengan imbal hasil pembiayaan bank ke sektor perdagangan dan jasa. (Tribunnews/Kontan)

 

 

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.