English (United Kingdom)Arabic(السعودية)Indonesian (Indonesia)
Garapan Utama BWI : Fokus Wakaf Produktif PDF Cetak E-mail
Berita Wakaf
Rabu, 13 Maret 2019 14:14

Tak ada hari tanpa kegiatan. Barangkali, itulah gambaran kegiatan yang dilakukan oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) sejak kepemimpinan periode 2018-2023 lembaga pemerintah non kementerian itu terbentuk. Rabu-Kamis-Jumat (13-15 Maret 2019) dilangsungkan Rapat Kordinasi BWI Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota se DKI Jakarta, Jabar dan Banten.

‘’Kita ingin ada kesamaan pemahaman mengenai apa itu BWI dengan fokus utama garapannya Wakaf Produktif (WP), program kerja hingga penguatan organisasi melalui konsolidasi organisasi. Semua dibahas dalam rapat kordinasi selama tiga hari di Bandung,’’ kata Humas BWI, Drs. H. Susono Yusuf di Jakarta kemarin.

Itu semua, diakuinya sebagai kegiatan konsolidasi internal BWI. Selain itu, usaha sosialisasi atau pengenalan BWI dan berbagai bidang garapannya kepada masyarakat luas, juga dilakukan. Tetapi, untuk sementara ini baru fokus untuk kalangan perguruan tinggi atau ke kampus-kampus dengan target utama para mahasiswa dan para dosennya. Kegiatan ini dikenal dengan Wakaf Goes To Campus (WGTC).

Kegiatan-kegiatan tersebut yang sudah dilakukan, pertama di Kampus UI Depok. Kemudian beberapa kampus di Banten, Jabar, Jateng dan Jatim. ‘’Untuk Goes To Campus DIY, dilaksanakan 27, 28 dan 29 Maret. Kegiatan itu, melibatkan UGM, UNY (dulu IKIP Yogyakarta) UIN Sunan Kalijaga, UPN Yogyakarta dan UNU Yogyakarta serta UMY,’’ kata Susono yang merupakan penggagas dan penggerak kegiatan Wakaf Goes To Campus itu.

Sedangkan mengenai rapat kordinasi yang dimulai Rabu 13 Maret 2019 di Bandung, Susono mengungkapkan akan dilaksanakan dalam bentuk seminar dan diskusi. Pimpinan BWI Pusat seperti dijelaskan di atas, mengenai perlunya kesamaan pemahaman apa itu BWI dengan fokus utama garapannya Wakaf Produktif (WP), program kerja hingga penguatan organisasi melalui konsolidasi organisasi.

Sementara para perwakilan dari daerah-daerah, baik dari provinsi atau kabupaten/kota diharapkan bisa mengungkapkan permasalahan-permasalahan yang mereka hadapi dalam usaha mengembangkan Wakaf Produktif atau WP di daerah masing-masing. ‘’Kendala-kendala yang mereka hadapi akan kita bahas bersama, bagaimana mengatasinya,’’ kata Sony, panggilan akrabnya, menutup penjelasannya. (Bahar Maksum)

 

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.